021 8690 6777, 0812 1470 6170
0816 1740 8926 , 0816 1740 8891, 0878 7800 3233 , 0821 1170 1076
sales@rajaloadcell.com
Home   »   Training   »   Article
  • weigh bridge load cell
  • Banner RLC1 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Banner s-beam load cell
  • Banner RLC2 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Commpresion Load Cell
  • Banner RLC3 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Load Cell application
  • Banner RLC4 kecil
  • Torque sensor
  • Banner RLC1
  • Banner RLC2
  • Banner RLC3
  • Banner RLC4
  • Banner Force Gauge
  • Banner Cap Torque Tester
  • Banner Torque Tester
  • Torque Measuring Flange
  • Weighing Indicator
  • Seat Belt Load Cell
  • Indikator Timbangan
  • Digital Indikator
110814timbang1.jpg

Penimbang Digital Braile dan Bersuara

14 August 2017 02:23


Tunanetra bisa menimbang barang dengan bantuan perangkat terbaru penimbang bersuara atau timbangan digital bersuara dan huruf braile. Timbangan tersebut bisa membantu para penyandang tunanetra yang berbisnis dalam menimbang barang-barang dagangan mereka.

Alat penimbang tersebut bentuk dan sistem kerjanya mirip meja timbangan, yang memnuatnya beda alat ini dilengkapi dengan mikrokontroller arduino uno, empat sensor load cell, buzzer, modul suara, dan spiker. Selain itu terdapat keypad dengan huruf braille.

Meja timbangan berbentuk balok ukuran 55x40x21 cm dan timbangan dengan kemiringan 45 ͦ untuk penempatan LCD, keypad serta tombol pilihan mode. LCD Graphic berukuran 16x2 cm menunjukkan angka berat barang. Yang utama dari perangkat timbangan itu, penyandang tunanetra bisa mengetahui berat barang yang ditimbang dengan mendengarkan suara dari perangkat audio yang melekat di dalamnya.

Alat penimbang tersebut karya Ary Kusuma Ningsih, Arif Abdul Aziz, Laely Nurbaety, Luthfi Yahya, dan Dwitya Bagus Widyantara, mahasiswa Program Studi Elektronika dan Instrumentasi Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Menurut Arif Abdul Azis, kemampuan sensor berat barang pada alat penambang karyanya mencapai 30 kg. Tetapi aplikasi suara untuk mengukur berat badan masih dibatasi dari 10 gram sampai 10 kilogram.

Operasionalisasi alat timbang tersebut relatif sederhana, caranya tombol on/off ditekan, pengguna meyetel angka berat barang yang diinginkan dengan tombol braile (keypad), lalu barang ditaruh di atas timbangan. Jika berat barang sesuai angka yang diinginkan akan muncul respon bunyi buzzer “beep” panjang, sebaliknya berat barang belum sesuai dengan angka yang dipencet, respon yang terdengar bunyi “beep” singkat Menggunakan merk produk Rama Shinta, alat penimbang tersebut pembuatannya diilhami oleh curhat dari seorang tunanetra yang sedang berada di rumah sakit mata di Yogyakarta.

Sang tuna netra yang memiliki wirausaha menyampaikan memiliki masalah dalam urusan menimbang barang. Dengan timbangan manual dan tradisional, konsumen bisa mengelabui atau membohongi ukuran berat barang yang ditimbang. Untuk riset dan pengembangan alat penimbang menelan biaya hampir Rp. 10 juta. Jika dilempar ke pasar, maka harga timbangan ini menjadi terlalu mahal. Harganya bisa ditekan apabila semua alat diperoleh di dalam negeri, sebagian perangkat elektonik masih diimpor, dan diproduksi masal, maka harganya bisa berkisar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per satuan timbangan.