Local Phone : 021 8690 6777 | 021 8690 6770
GSM Cell : 0821 1470 6170 | 0816 1740 8891
Whats App : 0821 1470 6170
Email : sales@timbanganindonesia.com
Home   »   Training   »   Article
  • weigh bridge load cell
  • Banner RLC1 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Banner s-beam load cell
  • Banner RLC2 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Commpresion Load Cell
  • Banner RLC3 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Load Cell application
  • Banner RLC4 kecil
  • Torque sensor
  • Banner RLC1
  • Banner RLC2
  • Banner RLC3
  • Banner RLC4
  • Banner Force Gauge
  • Banner Cap Torque Tester
  • Banner Torque Tester
  • Torque Measuring Flange
  • Weighing Indicator
  • Seat Belt Load Cell
  • Indikator Timbangan
  • Digital Indikator
Operasi_Penindakan_Kendaraan_Barang_dengan_Jembatan_Timbang_Portabel_di_Jalan_Tol_Cikampek.jpg

Mulai 2020 Truck ODOL Dilarang Masuk Jalan Tol


Mulai 2020 Truck ODOL Dilarang Masuk Jalan Tol

 

Kementerian Perhubungan segera menerbitkan larangan kendaraan Over Dimension Over Load atau Odol melaku di jalan tol pada 2020. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan mitra terkait.

"Tahun 2020 sudah ada kejelasan terkait ODOL di jalan tol , berarti kita memberikan waktu dua tahun (kepada pemilik truk dan barang sejak 2018). Kalau sekarang kita berikan peringatan. Ke depan kalau melanggar, mereka harus keluar jalan tol," ujar Budi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (22/9)

Berdasarkan data dari PT Jasa Marga, sampai dengan Juni 2019 dengan komposisi rata-rata kendaraan Non Gol I ( Truk) yang masuk jalan tol hanya sebesar 8,81%.Tetapi berdampak kecelakaan sebanyak 45,93%(melibatkan kendaraaangkutan barang) di ruas tol milik PT Jasa Marga (Persero).

 

Kebanyakan penyebab kecelakaan tersebut adalah factor pengemudi sebesar 84%, sedangkan factor kendaraan sebesar 15%, dan faktor lingkungan sebesar 1%. Adapun hasil penertiban truk ODOL dari 2018 hingga juni 2019, terdapar pelanggarn kelebihan muatan/overload (39,86%), over dimension (1,66%), dan ketidaklengkapan dokumen (5,01%). Sedangkan yang tidak melanggar mencapai 53,47%.