021 8690 6777, 0812 1470 6170
0816 1740 8926 , 0816 1740 8891, 0878 7800 3233 , 0821 1170 1076
sales@rajaloadcell.com
Home   »   Training   »   Article
  • weigh bridge load cell
  • Banner RLC1 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Banner s-beam load cell
  • Banner RLC2 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Commpresion Load Cell
  • Banner RLC3 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Load Cell application
  • Banner RLC4 kecil
  • Torque sensor
  • Banner RLC1
  • Banner RLC2
  • Banner RLC3
  • Banner RLC4
  • Banner Force Gauge
  • Banner Cap Torque Tester
  • Banner Torque Tester
  • Torque Measuring Flange
  • Weighing Indicator
  • Seat Belt Load Cell
  • Indikator Timbangan
  • Digital Indikator
20160702092526247.jpg

Kementrian Perhubungan Usul Agar Jembatan TImbang Dimasukan Kedalam Jalan Tol

26 October 2017 06:31


Kemenhub (Kementerian Perhubungan) berusaha menata ulang fungsi jembatan timbang di seluruh Indonesia. Sebelumnya, keberadaan jembatan timbang yang sekarang diklaim tidak efektif mengawasi muatan kendaraan logistik yang melalui jalan nasional.

 

Penataan ini dilakukan mulai dari penataan sistem, sumber daya manusia, hingga fasilitas dan lahan di masing-masing jembatan timbang.

 

Dengan perkembangan yang ada, Kemenhub menggagas untuk membangun jembatan timbang di pinggir jalan tol. Hal ini seiring akan tersambungnya Jakarta-Surabaya dengan jalan tol pada 2019.

 

"Saya pikir jalan tol ini akan jadi pengalihan penataan jembatan timbang yang kita lakukan di jalan nasional. Kalau bisa, apa mungkin jembatan timbang itu kita bangun di jalan tol," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Pandu Yunianto di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

 

Dengan adanya jembatan timbang di jalan tol ini, selain untuk menertibkan para angkutan logistik, juga sekaligus menjaga kualitas jalan tol yang sudah dibangun.

 

Pandu mengungkapkan, selama ini rusaknya jalan nasional tidak terlepas dari banyaknya truk-truk logistik yang melebihi muatan. Maka dari itu, dalam penataan jembatan timbang ini, salah satu yang dijalankan adalah dalam hal penindakan.

 

Dia mencontohkan, di salah satu jembatan timbang di Lamongan, Jawa Timur, setidaknya ada 7.445 truk yang ditimbang. Dari total truk yang ditimbang itu sebanyak 59 persen melanggar batas muatan.

 

Sementara jika dilihat secara nasional, jenis komoditas yang paling banyak diangkut truk dan sering melanggar batas angkut logistik adalah air minum, bahan bangunan seperti semen, dan angkutan lokal yang mayoritas bermuatan pasir dan batu.

 

"Sementara desain jembatan timbang saat ini itu tidak mendukung untuk melakukan penindakan. Karena kalau kita hentikan, turunkan barangnya, itu akan menimbulkan antrian dan macet," jelas dia.

 

Maka dari itu, dalam pembenahan jembatan timbang yang ada, akan dimaksimalkan dengan cara penamabahan lahan dan fasilitas seperti gudang.


Terkait : Kementrian Perhubungan Usul Agar Jembatan TImbang Dimasukan Kedalam Jalan Tol