021 8690 6777, 0812 1470 6170
0816 1740 8926 , 0816 1740 8891, 0878 7800 3233 , 0821 1170 1076
sales@rajaloadcell.com
Home   »   Training   »   Article
  • weigh bridge load cell
  • Banner RLC1 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Banner s-beam load cell
  • Banner RLC2 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Commpresion Load Cell
  • Banner RLC3 kecil
  • Single Point Load Cell
  • Load Cell application
  • Banner RLC4 kecil
  • Torque sensor
  • Banner RLC1
  • Banner RLC2
  • Banner RLC3
  • Banner RLC4
  • Banner Force Gauge
  • Banner Cap Torque Tester
  • Banner Torque Tester
  • Torque Measuring Flange
  • Weighing Indicator
  • Seat Belt Load Cell
  • Indikator Timbangan
  • Digital Indikator
berita-jembatan-timbang_20170220_092631.jpg

Bulan ini, Truk Wajib Masuk Jembatan Timbang Lagi, ini Alasannya!

07 September 2017 05:00


Jembatan Timbang sensor load cell yang tersebar di seluruh Jatim akan kembali dioperasikan pada September 2017 ini.

Jembatan yang mengatur batas kapasitas muat dan angkut itu sejak Januari lalu mangkrak.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Wahid Wahyudi menyampaikan, beroperasinya jembatan timbang sensor load cell ini patut dinantikan.

"September Kementerian Perhubungan rencananya akan mengoperasikan jembatan timbang sensor load cell. Truk wajib masuk jembatan timbang lagi," terangnya, Minggu (3/9/2017).

Delapan bulan, jembatan yang membatasi kelas jalan di setiap jalan raya itu dibiarkan tak berfungsi.

Akibatnya, semua kendaraan selama in bebas mengangkut berapa pun muatan mereka tanpa ada pemeriksaan.

Dampaknya akan sangat luas. Tidak hanya pendapatan yang tidak lagi didapatkan dari layanan ini. Namun potensi kerusakan jalan akan makin besar.

Ribuan kendaraan selama 8 bulan melintas tanpa dicek beban angkut dan berat muatan mereka.

Di Jatim ada 19 jembatan timbang sensor load cell. Tersebar di setiap daerah dan perbatasan mulai Banyuwangi, Tuban, Ngawi, hingga Banyuwangi.

Selama ini, dampak yang ditimbulkan karena liarnya kendaraan dan truk angkutan adalah jalan yang cepat rusak.

Beruntung menjelang Lebaran kemarin jalan rusak telah ditambali.

Sesuai amanah UU 23 Tahun 2014, jemabtan timbang yang sebelumnya dibangun Pemprov diambil alih oleh pusat. Tidak saja aset gedung, kewenangan mengelola juga beralih ke pusat.

Seharusnya mulai Januari 2017 kemarin, alih kelola itu sudah berjalan. Namun karena masih tarik ulur sejak Januari itu, jembatan timbang itu malah ditutup.

Belum jelas alasan tidak dioperasikannya jembatan itu. Apakah ketidaksiapan pusat atau provinsi yang enggan menyerahkan semuanya. Sebab dalam catatan Surya, Pemprov Jatim resmi menolak.

Pemrpov Jatim melayangkan surat permintaan pengelolaan jembatan ini tetap ditangani Jatim. Selain karena menyangkut layanan sehingga lebih tepat jika Pemerintah terdekat. Pusat cukup kebijakan.

Meski diambil alih pusat, namun Jembatan timbang sampai hari ini belum juga diopersionalkan. Seluruh kantor dan sistem serta peralatan pendukung mangkrak.

Misalnya di Jembatan Timbang sensor load cell Trowulan Mojokerto dan Mojoagung Jombang, portal jembatan ini tertutup. Tanaman liar dengan kantor kotor terlihat nyata.

Saat arus mudik, lokasi jemabtan timbang itu sempat bersih karena dimanfaatkan untuk rest area. Kadang juga dimanfaatkan petugaa Polisi untuk menggelar razia kelangkapan dokumen kendaraan.

Wahid menuturkan bahwa Direktorat Perhubungan Darat akan mengoperasikan jembatan timbang sensor load cell tersebut. "Mudah-mudahan rencana itu tegas. Sebab angkutan barang harus dikendalikan saat melintas di jalan raya.

"Emisi gas buang juga perlu dikontrol," kata Wahid.

Sementera itu, Kabid Angkutan Jalan dan Pengendalian Operasi Dishub Jatim, Isa Ansori menuturkan bahwa Dishub belum menghitung secara detail berapa kendaraan yang liar. Mengangkut muatan di luar batas angkut.

Dishub Jatim menyebutkan bahwa pihaknya belum secara kuantitatif mensurvei  kerusakan jalan pascatidak beroperasinya jembatan timbang. Namun selalu ditekan angka pelanggaran kelebihan muatan bersama petugas gabungan.

Pendatapan Aslli Daerah (PAD) dari jembatan timbang sensor load cell di Jatim pada 2013 sebesar Rp 78 millliar.

Jumlah tersebut menurun di tahun 2015, sebesar Rp 48 milliar. Dan hingga akhir Oktober 2016 sebesar Rp 25 milliar.

Alih kelola jembatan timbang sensor load cell itu, Pemprov Jatim juga kehilangan aset dari APBD sebesar Rp 288 milliar.

Aset yang hilang ini yakni berupa bangunan, lahan, komputer, closed cercuit television (cctv).

 

 

 

sumber:

surya.co.id


Terkait : Bulan ini, Truk Wajib Masuk Jembatan Timbang Lagi, ini Alasannya!